Naskah Drama Ciung Wanara



" CIUNG WANARA "



Narator :                                                                                   (Seruling Sunda)

Assalamu Allaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…
Selamat Pagi selamat berjumpa lagi dengan kami anak2 sing paling emboh seantero SMPN 1 Kedewan. Kali ini kami dari akedemi kepramukaan akan membawakan cerita dari Negeri kulon tepatnya Negeri galuh pajajaran. Singkat saja Pada zaman dahulu berdirilah sebuah kerajaan besar di pulau Jawa yang disebut Kerajaan Galuh, Kerajaan ini diperintah oleh raja Prabu Permana Di Kusuma. Beliau mempunyai 2 orang istri, Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Setelah memerintah kerajaan dalam kurun waktu yang lama Raja Prabu Permana Di Kusuma tidak kunjung dikaruniani keturungan walapun telah tekun berdoa. Hingga suatu hari beliau memutuskan untuk pertapa.
Dari sinilah cerita ini berawal. Pada suatu ketika, datanglah menteri Aria Kebonan dan Menteri Lengser ke istana untuk menghadap memenuhi panggilan sang Raja.. Nah mau tahu klanjutannya ? yuk kita lihat sama2…!!!
Inilah CIUNG WANARA….!!!

ADEGAN 1
( 1a Radja )
Aria Kebonan : “Lengser “
Lengser : “ap kakang aria kebonan”
Aria Kebonan   : “ semalam ak bermimpi yang membuatku penasaran dan terus terpikir sampai saat ini”
Lengser : “ Mimpi apakah itu kakang ? hingga membuatmu gelisah seperti itu “
Aria Kebonan : “ dalam mimpiku itu ada rembulan emas yang bersinar terang diatas kepalaku,  tapi..!!”
Lengser : “ Tapi apa kakang ?“ ( sahut lengser )
Aria Kebonan : “rembulan itu tiba2 berubah menjadi kelabu” (terdiam menunduk )
Lengser : “ menurut buku catatan soetarma pasal-pasalan KUHEP ayat 1 a,b,c.. dst tentang harga sembakou.. kakang akan menjadi raja “
Aria Kebonan : “tapi ku bukan raja...!! ( 1b Radja )
Lengser : “ jangan keras-keras kakang nanti baginda tiba2 datang dan bisa2 marah mendengar keluhan kakang “
( Tiba-tiba sang raja keluar dari pasanggrahan ) (1c Katoprak)
Raja Prabu Permana Di Kusuma : “Kau ingin menjadi raja, Aria Kebonan ?”
Aria Kebonan : “Ampun baginda. Hamba kira baginda…!!” (segara menghadap dan menyembah di hadapan rajanya).
Raja Prabu Permana Di Kusuma : ” tidak aria kebonan, Jika benar-benar kau ingin menjadi raja, aku akan memberikan kerajaanku, asalkan kau dapat menjalankan pemerintahan dengan adil dan jujur. Aku hendak pergi bertapa. Aku menitipkan kedua permaisuriku. Ingat,, kau harus bertindak bijaksana selaku seorang raja.”
Aria Kebonan : “Mohon ampun Tuanku atas kesalahan hambamu ini. Tapi jika sekiranya baginda mempercayakan kerajaan Galuh Pakuan ini kepada hamba, sudah tentu hamba akan mengikuti pesan baginda.”
Raja Prabu Permana Di Kusuma : “Syukurlah jika kau bersedia dan merasa sanggup. Mulai hari ini, dengan disaksikan menteri Lengser, aku serahkan kerajaanku. Namamu sekarang kuganti menjadi Prabu Galuh Barma Wijaya Kusuma.” ( menyerahkan mahkota kpd aria kebonan )
”sekarang aku bisa tenang dalam bertapa, aku akan yang berjuluk Brahmana Ajar Sukaresi dari gunung Padang.. Selamat Tinggal Aria Kebonan“ ( menghilang )
Aria Kebonan: “Lengser,,, aku kini seorang raja.. “ sekarang juga aku minta kau umumkan kepada rakyat, bahwa Raja Sang Permana Di Kusuma telah menjadi muda kembali. Dan ingat Lengser, kau dilarang membuka rahasia, jika jiwamu ingin selamat !!”
Lengser : “Baik baginda. Perintah baginda segera saya laksanakan.”

Narator :
Lengser dengan hati agak kesal berjalan kaki memukul gong sambil mengumumkan, bahwa rajanya telah berubah menjadi muda kembali. Rakyat Galuh Pakuan semua percaya, karena merekapun mengetahui, rajanya seorang yang sakti. namun Raja Galuh Pakuan yang baru, merasa dirinya berkuasa. Ia lupa pada pesan-pesan Sang Permana Di Kusuma. Tindakannya sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.
Pada suatu hari, Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep datang menghadap. Maksud kedatangan, kedua permaisuri baginda akan menceritakan tentang mimpi mereka.
Bagaimanakah kelanjutannya, kita simak di TKP…!!


ADEGAN 2


Permaisuri (Dewi Pangreyep dan Dewi Naganingrum) : “Kami mengadap Baginda”
Aria Kebonan : “Duduklah wahai permaisuriku, apakah gerangan yang membuat kedua permaisuriku ini menghadapku dengan raut yang sangat berseri-seri. ceritakanlah permaisuriku”
Permaisuri Dewi Naganingrum : “Ampun baginda. semalam kami berdua bermimpi yang sama. Dalam mimpi itu kami kejatuhan bulan dan jatuh di atas pangkuan kami. Menurut seorang brahmana bernama Ajar Sukaresi, kami berdua akan mendapatkan putera.
Aria Kebonan : “Apa..?? Tidak mungkin itu terjadi..!!
Aria Kebonan : “Lengser ! Segera panggil Ajar Sukaresi untuk menghadapku sekarang juga!”
Lengser : “Baik baginda prabu.” ( Menelpon Ajar Sukaresi )
Lengser           : “ Assalamu alaikum..”
Ajar Sukaresi : “ Waa alaikum Salam.. ada apa ser lengser “
Lengser : “ Anu resi, resi diminta mengahadap baginda raja ke istana sekarang juga “
Ajar Sukaresi : “ oohh… tunggu sebentar, ini masih benahi genteng bocor ser“
Lengser : “ baik resi, segeralah mengadap c4an gpl jss “ “ Asslamu alaikum”
Ajar Sukaresi : “ Waa Alaikum Salam”

(Baginda yang hendak mempermalukan Ajar Sukaresi telah siap-siap dengan tipu dayanya. Baginda telah menyuruh kedua permaisurinya memasang kuali pada perutnya, agar tampak seperti sedang mengandung)

Ajar Sukaresi : “Ampun Baginda. Hamba Ajar Sukaresi datang menghadap baginda.”
Aria Kebonan : “Hei  Ajar Sukaresi..!! Coba katakan, apakah kedua permaisuriku ini sedang mengandung..?”
Ajar Sukaresi : Benar Tuanku.”
Aria Kebonan : “Coba katakan laki-laki atau perempuan anak-anakku itu ?!“
Ajar Sukaresi : “Menurut penglihatan hamba yang bodoh, putera Baginda keduanya laki-laki.”
Aria Kebonan(raja) : “Haaaahhh… lihat ini..!! ( dengan marah Melempar Kuwali itu jauh-jauh ) Kau! benar-benar membuatku kesal!!! Ku bunuh kau!” (mencabut keris dan menikam Ajar Sukaresi. Tapi ajaib, kerisnya malah bengkok.)
Aria Kebonan(raja) : “Hah!? kenapa kerisku malah bengkok.“ ( terkejut keheranan melihat kejadian itu,  sesaat terdiam )
Ajar Sukaresi : “Apakah Raja berkehendak aku mati ?? Bila begitu, saya akan mati.”
Aria Kebonan(raja) : “ Lakukanlah..” (Ajar Sukaresi segera bersemadi. Tubuhnya segera jatuh ke lantai) “hhhhhh… Lengser Buang Bangkai Ajar Sukaresi. Dan ingat rahasiakan ini semua” ( Melangkah masuk pasanggrahan istana di ikuti kedua istrinya)

Narator :
Setelah kejadian itu tempat jatuhnya kuwali yang dibuang raja barma wijaya dikenal dengan desa kawali.
sedangkan arwah sang resi kembali ke gunung Padang. Dia menjelma menjadi ular naga bernama Nagawiru, beberapa waktu kemudian Apa yang dikatakan oleh Ajar Sukaresi ternyata benar. Kedua permaisuri baginda benar-benar hamil. Sekian lama mengandung akhirnya Dewi Pangrenyep melahirkan seorang putera laki-laki dan diberi nama Hariang Banga. Sedangkan Dewi Naganingrum sudah lebih 11 bulan tidak kujung melahirkan. Rajapun merasa heran atas keanehan yang terjadi. Bagimanakah klanjutannya, kita simak di TKP…!!


ADEGAN 3

( Lagu anakku Sayang )
Aria Kebonan : “ehm,, ehm...!!
Dewi Naganingrum : “ohh.. baginda prabu”
Aria Kebonan : “Kenapa kau Dinda? Aku lihat sedari tadi..”
Dewi Naganingrum : “Hamba sedih baginda. Sudah sepuluh bulan, bayi yang ku kandung ini belum lahir juga ke dunia ini. Sedangkan bayi Dewi Pangreyep sudah lahir.”
Aria Kebonan : “Sabar dinda. Pada saatnya bayi yang kau kandung akan lahir juga ke dunia ini. Sebaiknya kita banyak-banyak berdo’a pada yang maha kuasa supaya dipermudah kelahiran bayi yang kau kandung itu.”
Ciung wanara : “ wahai Barma Wijaya”
Aria Kebonan : “ Siapa Itu “
Ciung Wanara : "aku janin yang ada dirahim ibuku Dewi Nagaringrum “Barma Wijaya, Engkau telah melupakan janji-janjimu. Dan  melakukan hal-hal kejam, kekuasaan raja sepertimu akan segara berakhir“
Aria Kebonan : (Marah seketika) “apa kau bilang ?? (menendang Dewi Naganingrum)
Dewi Naganingrum : “ Ampun Baginda “ (menangis)
Aria Kebonan : “ pergi kau dari hadapanku “ (Dewi Naganingrum meninggalkan Aria Kebonan) “ dan kau Dayang jumi Panggilkan Dewi Pangreyep segera “
Dayang Jumi : “ Baik Baginda.”
Dewi Pangreyep : “Ampun baginda. Ada apa gerangan baginda memanggil hamba?”
Aria Kebonan : “Pangrenyep, puteramu Hariang Banga akan kujadikan penggantiku kelak.”
Dewi Pangreyep : “Oohh benarkah baginda? Jika memang benar demikian, hamba sangat senang sekali baginda.”
Aria Kebonan : “ tapi ada syarat yang harus dinda penuhi “
Dewi Pangreyep : “ Apakah itu baginda? “
Aria Kebonan : “ jika Naganingrum melahirkan, puteranya harus kau hanyutkan di sungai.”
Dewi Pangreyep : “baik baginda. Perintah baginda akan saya laksanakan.”



Narator :
Dengan perasaan gembira Dewi Pangrenyep segera melaksanakan perintah suaminya dan mengatur siasat. Semua dukun beranak yang ada di istana diusir dan dilarang membantu Naganingrum melahirkan. Setelah hamil satu tahun, Naganingrum mencari dukun beranak. Tapi tak seorang pun yang dijumpainya. Semua telah pergi atas perintah Dewi Pangrenyep yang dengki itu. Siasat apakah yang akan dilakukan dewi pangreyep, kita toton klanjutannya yuuukkk….

ADEGAN 4

Dewi Naganingrum : “Aduuuhh perutku muleeess. Sakiiit. Apa aku akan segera melahirkan ya?”
Dewi Pangreyep : “Oooh yunda Naganingrum, kenapa dirimu yunda?”
Dewi Naganingrum : “aku Tidak Tahu Dinda, Perutku terasa sakit sekali, sepertiny ad yg berontak ingin keluar “
Dewi Pangreyep : “yunda.. kau akan melahirkan. Anakmu akan segera lahir. Ayo aku bantu melahirkan.”
(Pangreyep segera beraksi. Naganingrum belum tahu cara-cara orang melahirkan. Telinganya ditutup dengan kapas. Sedangkan matanya ditutup. Tangannya diikat. Naganingrum yang tidak mengerti menurut saja.)
“Dayang Ambilkan ak sebutir telur dan bayi Anjing dibelakang..!!”
Dayang : “ Baik Ratu “ (Pergi Mengambil Anak Anjing) “ini ratu bayi anjingnya)
Dewi Pangreyep : “selagi yunda Dewi Naganingrum pingsan Sekarang pergilah kamu ke sungai Citandui dan hanyutkan bayi ini”
Dayang : “tapi ratu..!!”
Dewi Pangreyep : “sudah jangan banyak Tanya, lakukan saja perintahku dan jangan kau bicara pada siapapun jika kamu ingin selamat..!!”
Dayang : “ Baik Ratu”
Dewi Naganingrum : “Dinda Dewi, aku ingin melihat anakku” (terbaring Lemas)
Dewi Pangreyep : “ ampun yunda !! Sebaiknya yunda jangan melihatnya dulu. Tetaplah berbaring untuk memulihkan tenaga yunda” (Sambil Merapikan sang bayi anjing)
Dewi Naganingrum : “ aku ingin melihat anakku dind, biarkan aku melihatnya”
Dewi Pangreyep : “baiklah jikalau yunda memaksa ingin melihatnya”
Dewi naganingrum : “Tiiidddaaaaakkkkkkkkk…” (Menjerit Histeris, dan menangis)
(Mendengar jeritan sang dewi naganingrum, datanglah raja barma wijaya diringi menteri lengser.)
Aria Kebonan(raja) : “ ada apa, kenapa dinda dewi naganingrum menjerit”
Dewi Pangreyep : “Ampun baginda. Hamba baru saja membantu yunda Dewi Naganingrum melahirkan, Dan ternyata, Naganingrum melahirkan seekor anak anjing.
Aria Kebonan(raja) : “Apa??! Naganingrum melahirkan bayi anjing ??! Memalukan! Lengser!”
Lengser : “Hamba baginda.”
Aria Kebonan(raja) : “Segera bunuh Dewi Naganingrum! Peristiwa ini pasti akan jadi aib bagi kerajaan ini” ( Aria Kebonan dan Dewi Pangreyep meninggalakn Mereka Berdua )
Lengser : “Baik baginda. Perintah baginda segera saya laksanakan.”
Lengser : “Ampun ratu. saya diperintahkan baginda untuk membunuh ratu. Tapi saya tidak sampai hati membunuh ratu.”
Dewi Naganingrum : “ lalu apa yang akan kamu lakukan kepadaku lengser ?”
Lengser : (terdiam sejenak) “Saya ada ide untuk menyelamatkan ratu. Bagaimana kalau ratu tinggal di hutan? Saya akan buatkan pondok untuk ratu di hutan?
Dewi Naganingrum : “Terima kasih lengser. Kau baik sekali. Kau masih mau melindungiku dari kekejaman baginda raja.”
Lengser : “Sudah menjadi tugas  dan kewajiban saya melindungi keluarga istana, ratu.” Saya mohon diri ratu, jaga diri ratu baik2” (meninggalkan Ratu)
Dewi naganingrum : “Menteri lengser tunggu sebantar”
Lengser : “ada apa ratu, adakah yang kurang dengan pondoknya?”
Dewi naganingrum : “Pondoknya mana”
Lengser : “ oo.. ya lupa “ gini aja ratu, bis ini kan panggungnya digunakan adegan ke 6. Bikin pondoknya di ruang guru saja ya”
Dewi naganingrum : “ ya susah kalu begitu”
Lengser : “ mari ratu tak gendong “ ( Lagu Mbah Surip – Tak Gendong )
Dewi naganingrum : “ach.. ogah”

Narator :
Makin kacau saja itu lengser masak bikin pondok diruang guru,, aneh-aneh saja..
Kembali ke cerita selanjutnya, kandaga yang berisi bayi dewi naganingrum itu dihanyukani ke sungai citanduy. Kandaga itu tersangkut pada bubu keramba, alat penangkap ikan yang dipasang oleh seorang kakek, yang tinggal dibantaran sungai itu. Pagi-pagi sekali, kakek Balangantrang dan istrinya mendapati bubunya tersangkut kandaga itu. Dan ketika kandaga tersebut dibuka, merekapun terkejut. Kemudian merekapun membawa bayi tersebut dan menngasuhnya seperti anaknya sendiri. Tahun demi tahun berlalu, bayi itu sekarang telah menjadi remaja yang gagah, setiap hari anak tersebut ikut kakek Balangantrang mencari kayu bakar. Ketika kakek sedang asyik membelah kayu. Terus… (Pura-pura lupa). Aku lali terusane. Kita lihat aj klanjutanny di TKP..


ADEGAN 5
                                ( Tralala Lero )
Ciung Wanara : “ suara apa itu, Kek?”
Kakek : “ itu Suara Ciung nak “
Ciung Wanara: “Bagus ya, Kek!”
Kakek : “Iya bagus. Emang kenapa? (sambil terus asyik dengan pekerjaannya).”
Ciung Wanara : “makhluk apakah itu, kog bibirnya gondrong Kek?”
Kakek : “Itu Wanara (monyet)”
Ciung Wanara : “Kek, alangkah bagusnya, jika nama kedua binatang itu digabung dan menjadi namaku“
Kakek : “oh iya! "Wah bagus! Bagus sekali! Jadi namamu Ciung Wanara!" (sejenak menghentikan pekerjaannya)”
Ciung Wanara : “kek.. ciung boleh minta sesuatu pada kakek”
Kakek : “ ciung mau minta apa, bilang saja, nanti kakek pasti kasih”
Ciung wanara : “ betul kek..”
Kakek : “ iya..” apa yang kau inginkan ciung “
Ciung wanara : “ ciung minta ayam adu kek..!”
Kakek : “Apa? Kamu minta ayam adu? kakek kan tidak punya ayam ciung.” (terdiam, palingkan pandangan)
Ciung Wanara : ““ayolah Kek, kek.. ciung boleh ya minta seekor ayam adu kek.” (merengek)
Kakek : “Eemm gimana yaah??!” (kakek berfikir sejenak karena sangat menyesal tak dapat memenuhi permintaan Ciung Wanara.)“Baiklah ciung kakek akan memberikannya. ambilah sebutir telur ayam didalam kandaka milikmu, hanya itu yang kita miliki.”
Ciung Wanara : “Telur? Kok telur. Telur buat apa kek?”
Kakek : “Telur itu adalah telur yang dihanyutkan bersamamu, ketika kau masih bayi dalam kandaga. Untuk menetaskan telur ini, pergilah kau ke gunung Padang, dan mintalah bantuan Nagawiru.”
Ciung Wanara : “Oohh. Iya iya kek. Terima kasih kek. Akan aku laksanakan nasehatmu.”

Narator :
Ciung Wanara sangat senang mendengar petunjuk kakek dan segera berangkat ke gunung Padang mencari Nagawiru. Setelah telur menetas dan menjadi seekor ayam jago, Ciung Wanara merasa senang sekali. Sekembalinya dari gunung Padang, Ciung Wanara bertanya kepada kakek Balangantrang.


ADEGAN 6
(Kanggo Riko)
Nenek : “kek, sudah beberapa lama ciung pergi blum juga kembali ?” (sambil menampi beras)
Kakek : “sebentar lagi juga pulang nek” ( sambil membelah kayu)
Nenek : “aku sudah rindu kek, ingin rasanya memeluknya kek..” (merengek)
( ditengah percakapan kakek dan nenek ciung pun pulang )
Ciung Wanara : “Kakek nenek ciung pulang”
Nenek : “ ciung…”(memeluk ciung)”akhirnya kamu pulang nak, nenek kangen banget sama kamu, Kebetulan tadi nenek masak oblok2 kesukaanmu”
Ciung Wanara : “benarkah nek, ciung juga lapar banget nek”
Nenek : “ tunggu sebentar nenek ambilkan makanannya”
Ciung Wanara : “ Cepetan ya nek, laper banget ciung”
Nenek : “ iyaaa.. “(mengambil nasi dan oblok2) ini nasi dan oblok2nya, makan yang banyak ya”
Ciung Wanara : “ pasti nek “ (melahap makanan)
Kakek : “waahhh.. ayammu sudah besar dan perkasa ciung’
Ciung Wanara : “ iya kek, itu berkat nagawiru” kek..!!” (masih melahap makanannya) “ sebelum ciung pulang, Nagawiru berpesan kepadaku untuk mencari orang tuaku di kota kerajaan” siapa sebenarnya ayah dan ibuku kek ?” ( Kakek terdiam berpaling dari pandangan ciung ) “Kek, kok diam saja aku tanya. Siapa ayah dan ibuku sebenarnya kek?”
Nenek : “ ceritakan saja kek siapa sebenarnya kepada ciung” (menghampiri kekek)
Kakek : “Ciung, ayahandamu bernama Sang Permana di Kusuma, Raja Galuh Pakuan. Sedangkan yang sekarang menjadi raja, bukan ayahmu.”
Ciung Wanara : “Ayahku seorang raja kek?!” (terkejut)
Kakek : “Betul nak. Kau adalah keturunan bangsawan Galuh”
Ciung Wanara : “Kalau begitu, aku ingin ke istana kerajaan menemui raja galuh kek! Kakek, nenek aku pamit ya. Aku akan segera kembali menjemput kakek dan nenek setelah semua urusan selesai.”
Nenek : “Baiklah, Nak. Hati-hatilah kau menjaga diri.”

Narator :
Kakek dan nenek sangat sedih ditinggalkan anak asuhnya yang sekian lama telah mereka rawat dan sayangi seperti anaknya sendiri. Setelah mendapatkan, restu ciung wanara yang ditemani ayam aduannya melakukan perjalanan panjang mencari keberadaan orang tuanya di negeri Galuh Pakuan. Singkat cerita raja brama wijaya yang selalu menang merasa sombong dan Diperintahkanya menteri lengser mengumumkan barang siapa yang mampu mengalahkan ayam sang prabu akan diberi hadiah yang besar.  ciung wanara yang mendengar berita itu langsung datang keistana untuk menantang adu sabung ayam dengan sang raja. Apakah ayam ciung wanara mampu mengalahkan ayam sang raja..?? Yuk kita lihat klanjutannya di TKP..!!

ADEGAN 7


Lengser : “ “Ampun baginda, ada seorang pemuda yang ingin menghadap baginda raja”
Aria kebonan : “pemuda yang bersamamu itu menteri lengser”
Lengser : “betul baginda“
Aria Kebonan : “Anak Muda! Siapa namamu dan dari mana asalmu?!
Ciung Wanara : “Nama hamba Ciung Wanara, cucu kakek dan nenek Balangantrang dari desa Geger Sunten”
Aria Kebonan : “Apa maksudmu datang kemari ?”
Ciung Wanara : “Begini, Tuanku. Hamba mempunyai seekor ayam sabung yang aneh. Induknya mengandung selama setahun. Sarangnya sebuah kandaga. Lebih aneh lagi, sebelum menetas, telur ini pernah hanyut di sungai.
Aria Kebonan : “Heemmm. Jadi kau ingin mengadu ayammu dengan ayam milikku..?? Ayam jagoku besar dan tidak pernah terkalahkan oleh ayam siapapun. Ayamku kunamai si Jelug. Ayammu pasti kalah. Apa taruhannya..??
Ciung Wanara : “Jika ayam hamba yang kalah, hamba bersedia menyerahkan nyawa hamba. Tapi sebaliknya, jika ayam baginda yang kalah, baginda harus menepati janji untuk memberikan separuh kerajaan Galuh Pakuan kepada saya.”
Aria Kebonan : “aku bukanlah raja yang suka ingkar janji!” lengser segera bawakan aku si jelug”
(adu ayampun berlangsung, hingga akhirnya ayam sang raja terbunuh)
Aria Kebonan : “Baiklah aku penuhi janjiku.  Sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui, kuserahkan separuh wilayah kerajaan pada Ciung Wanara negara sebelah Barat. Sedangkan sebelah Timur kuserahkan kepada Hariang Banga putraku.”

Narator :
Sabung ayam antara prabu brama wijaya kusuma dengan Ciung Wanara pun berlangsung tak lama. Ayam si ciung wanara mampu mengalahkan dan membuat ayam sang raja menemui ajalnya. Rajapun tak mampu berkata-kata dan menepati janjinya. Ciung wanara yang telah memenangkan pertandingan kini telah menjadi raja muda. Pada suatu hari, ciung Wanara mengatur siasat untuk menghukum prabu brama wijaya kusuma yang telah mengkhiati pesan ayahnya. Maka dibuatlah penjara besi untuk mengurung orang-orang jahat. kemudian dia mengundang Prabu Brama Wijaya Kusuma dan Dewi Pangreyep untuk memeriksa penjara yang baru dibangun. Lalu Siasat apakah yang direncanakan oleh ciung wanara. Kelanjutannya di TKP…!!


ADEGAN 8


Ciung Wanara : “ampun baginda raja, bila berkenan sudikah baginda raja untuk memeriksa ruang penjara ini, Apa sudah sesuai dengan ketentuan!”
Aria Kebonan(raja) : “Baiklah. akan ku periksa ruangan ini.” (tanpa curiga dan diiringi sang ratu)
Ciung Wanara : ”Silahkan masuk baginda!” Ha .. ha.. ha..”(mengunci pintu penjara)
Aria Kebonan(raja) : “apa yang kau lakukan pada kami ciung..?” buka pintunya”
Ciung Wanara : “Tidak..!! ini adalah balasan dari orang tuaku yang telah kau bunuh, dan menghanyutkanku kesungai. Nikmatilah kehidupan baru rajaku yang kejam, hhhhhh..”(meninggalkan Penjara)
Aria Kebonan(raja) : “dasar anak tidak tahu diri “ (nada marah)


Narator :
Kabar tentang dipenjarakannya raja brama wijaya oleh ciung wanara tersebar hingga ke pelosok Negeri, hariang banga yang mendengar berita itu membatnya murka atas perlakuan ciung wanara kepada kedua orang tuanya. Hariang bangapun menyusun kekuatan untuk membebaskan orang tuanya. Sehingga terjadilah pertempuran besar antara dua bersaudara. Mampukah hariang banga mengalahkan ciung wanara..?? kita tonton klanjutannya, di TKP…

ADEGAN 9


Hariang Banga : “ Ciung Wanara.. sungguh lancang perlakuannmu atas orang tuaku.”
Ciung Wanara : “sudah sepantasnya aku penjarakan mereka dan itu adalah balasan perlakuan kejam seorang raja yang telah menyengsarakan rakyatnya..”
Hariang banga : “apapun alasanmu aku tidak akan mengapunimu, tempat ini akan menjadi persinggahan terakhirmu”
Ciung Wanara : “ Sejengkalpun Ciung Wanara tak akan gentar.”
(ditengah-tengah pertaruangan datanglah Prabu Permana Dikusuma melerai mereka)
Prabu Permana Di Kusuma : “Hariang Banga dan Ciung Wanara! Hentikan pertempuran ini. Tidaklah baik berperang melawan saudara sendiri..!”
Hariang banga : “siapakah gerangan paduka ini”
Prabu Permana Di Kusuma : “ Aku adalah Prabu permana Dikusuma raja galuh Pakuan sesungguhnya, suami dari dewi naganingrum ibu dr ciung wanara dan dewi pangreyep ibumu hariang banga”
Hariang banga : “kemudian siapa sebenarnya ayahanda Prabu Barma Wijaya Kusuma ?”
Prabu Permana Di Kusuma : “prabu barma wijaya kusuma adalah menteri aria kebonan yang aku serahi kepemerintahan kerajaan galuh pakuan sebelum aku melakukan pertapaan. Dan  ketahuilah kalian berdua adalah raja yang memerintah di negeri ini. Ciung Wanara di Galuh dan Hariang Banga di timur sungai Brebes, negara baru. Biarlah Dewi Pangrenyep dan menteri Aria Kebonan menjalani karma atas dosa mereka. untuk mengingatkan kalian berdua bahwa memerangi saudara sendiri merupakan perbuatan yang tidak terpuji. sungai ini akan menjadi batas dan aku ubah nama SUNGAI BREBES ini menjadi SUNGAI PAMALI ..!!
Ciung Wanara & Hariang Banga : “ayahanda Prabu…!!” (Bersujud Dikaki Prabu Permana Dikusuma)

Narator :
Setelah mendengar penjelasan ayahandanya raden hariang banga kembali kenegerinya, sedangakan Ciung Wanara segera menjemput kakek dan nenek Balangantrang. Mereka semua hidup berbahagia di dalam istananya yang kemudian bernama Pakuan Pajajaran.dan Sejak itu pula nama sungai pamali dikenal sebagai Cipamali dalam Bahasa Sunda atau Kali Pamali (dalam Bahasa Jawa). pamali yang artinya ("tabu" atau "dilarang" dalam bahasa Sunda dan Jawa).
Demikianlah serial drama kali ini, semoga dapat menghibur para hadirin sekalian.  Terima kasih atas kerabat kerja yang bertugas, akhir kata sapai jumpa dikesempatan yang akan datang..


Wassalamu Allaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…




S E L E S A I . . .

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah Drama Roro Jonggrang