Penjelasan Dasa Dharma Pramuka
Dasa Darma Pramuka
A.
ARTI
DAN MAKNA
Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu,
Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka
agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik
Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame
manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan
falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran
dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah
laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata
haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan
pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang
bermanfaat dalam tata kehidupan.
Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isi dan makna Dasa
Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalam kegiatan Pramuka di tingkat
gugus depan, Dasa Darma menjadi materi wajib di setiap tingkatan, baik
penggalang, ramu, rakit, dan terap.
Kalau dilihat dari isi materi tersebut, ternyata Dasa Darma
memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi manusia seutuhnya.
Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan Pramuka sudah banyak yang
diperkenalkan oleh para pembina, dengan cara tersendiri. Penulis pun sebagai
pembina di lapangan memiliki cara atau pedoman agar siswa dapat menghafal Dasa
Darma Pramuka dengan mudah. Pedoman itu adalah Ta-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He-Di-Ber-Su.
Dasa Darma
Pramuka itu
1.
Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Sebagai pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia
adalah pencipta yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat
maupun tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib menjalankan
perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat lima kali sehari
semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain.
2.
Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial. Artinya,
makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman, bergaul,
bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita memerlukan bantuan
orang lain.
3.
Pa: Patriot yang sopan dan ksatria.
Sebagai Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk
dalam bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan pribadi
seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.
4.
Pat: Patuh dan suka bermusyawarah.
Dalam situasi dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan
patuh terhadap aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya bermusyawarah
dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.
5.
Re: Rela Menolong dan Tabah
Pramuka senantiasa rela dalam menolong tanpa membedakan agama,
warna kulit, suku, dan sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas,
tulus, tanpa
diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan, halangan, dan hambatan.
6.
Ra: Rajin Trampil dan Gembira
Anggota Pramuka itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif.
Kegiatan ketika ia
berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan, tetapi harus ibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan gembira.
7.
He: Hemat, cermat, dan bersahaja.
Ada ungkapan yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali
dengan berhemat, tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura
untuk kepentingan sesaat merupakan awal
menjadi orang kaya. Pramuka harus
cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan angkuh, bersahaja dalam bergaul.
8.
Di: Disipilin, berani, dan setia.
Anggota Pramuka harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu
belajar di sekolah,
bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.
9.
Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang
telah ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus konsekuen
karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.
10. Suc: Suci
dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Inilah pribadi manusia yang
sejati, bersih pikiran, tidak ada iri dan dengki.
B. POKOK POKOK PENJELASAN DAN PENJABARAN DASA DARMA
Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu,
Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka
agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik
Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame
manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan
falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran
dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah
laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata
haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan
pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang
bermanfaat dalam tata kehidupan.
1. Darma pertama: Takwa kepada
Tuhan Yang Mahaesa
a.
Pendahuluan
Apa yang tercantum di dalam
Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam
Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa :
Di dalam Trisatya, ungkapan itu
merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan dalam hati atau dirinya
sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada di dalam Dasadarma
pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun
sikapnya,
Atau dengan kata lain yang ada di
dalam Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada di dalam batin dan yang terdapat
di dalam darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di
dalam Dasadarma bukanlah suatu pengulangan, tetapi penekan
b.
Pengertian
1)
Takwa
Pengertian takwa adalah
bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang
utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain.
Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan
kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa
Indonesia yang berketuhanan Yang Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah
keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat,
Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Ynag
Mahaesa, yaitu:
a)
Bertahan
terhadap godaan-godaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara diri dari
dorongan hawa nafsu.
b)
Taat
melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta
menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi
masyarakat serta seluruh umat manusia.
c)
Mengembalikan,
menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan
penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang
kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi
segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta
memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Mahaagung
itu,
2)
Tuhan
Di sini kita dapat mencoba memahami
pengertian kita tentang Tuhan baaik berpangkal dari kemanusiaan yang antara
lain dianugerahi akal budi, maupun dari wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam
kitab suci yang diturunkan kepada kita melalui para Nabi/ Rosul.
a)
Dari
segi kemanusiaan (akal budi), Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada
dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam
semesta (couse prima atau sebab pertama). Karena itu, Dia tidak dapat disamakan
atau dibandingkan dengan apa saja yang ada. Dia mengatasi, melewati, dan
menembus segala-galanya.
b)
Dari
wahyu Tuhan sendiri yang dianugerahkan kepada kita melalui firman atau sabdaNya
di dalam Kitab suci, kita dapat mengetahui bahwa Dia adalah pencipta Yang Maha
Kuasa, Maha Murah, lagi Maha Penyayang Tuhan menjadikan alam semesta termasuk
manusia tanpa mengambil suatu bahan atau menggunakan alat. Hanya kaarena
afirman-Nya, alam semesta ini menjadi ada. Yang semula tidak ada menjadi ada,
dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi dan luhur.
Dari yang tiada bernyawa kepada yang bernyawa dan berjiwa, Dari hasil karya
Tuhan itu, kita dapat mengenal segala macam sifat Tuhan yang melebihi dan
mengatasi apa yang terdapat di dalam alam semesta ini, terutama dari wahyu
Tuhan sendiri. Kita juga dapat memahami kegaiban Tuhan. Oleh karena itu, kita
tidak dapat membandingkan zat kodrat sifat Ilahi dengan yang ada dalam ala
mini. Hal ini juga termasuk dengan sifat Tuhan Yang Mahaesa. Namun sebagai
insane manusia, kita akan berusaha memahami apa arti esa pada Tuhan itu.
c)
Esa=
satu/tunggal.
Maksudnya bukanlah “satu” yang dapat
dihitung. Satu yang dapat dihitung adalah satu yang dapat dibagi atau
disbanding-bandingkan. Maka, satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak.
Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan dibandingkan.
“Tiada Tuhan selain Allah”.
d)
Berbicara
tentang pengertian taakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa tidak dapat dipisahkan
daari pengertian moral, budi pekerti, dan akhlak.
Moral, budi pekerti atau akhlak adalah
sikap yang digerakan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan manusia
terhadap Tuhan, terhadap sesamamanusia, sesame makhluk, dan terhadap diri
sendir. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa meliputi cinta, takut, harap,
syukur, taubat, ikhlas terhadap Tuhan, mencintai atau membenci kare Tuhan.
Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa mengandung unsure-unsur takwa, berimankepada
Tuhan Yang Mahaesa, dan berbudi pekerti yang luhur.
Akhlak terhadap sesame manusia atau
terhadap masyarakat mencakup berbakti kepada orang tua, hubungan baik antara
sesame, malu, jujur, ramah, tolong menolong, harga menghargai, memberi maaf,
memelihara kekeluargaan, dan lain-lainnya. Akhalakterhadap sesame manusia
mengandung unsur hubungan kemanusia mengandung unsure hubungan kemanusiaan yang
baik akhlak terhadap sesama akhluk Tuhan yang hidup ataupun benda mati mencakup
belas kasih, suka memelihara, beradab, dan sebagainya,
Akhlak terhadap sesama makhluk Tuhan
mengandung unsur peri kemanusiaan. Akhlak terhadap diri sendiri meliputi:
memelihara harga diri, berani membela hak, rajin tanggungjawab, menjauhkan diri
dari takabur, sifat-sifat bermuka dua sifat pengecut, dengki, loba, tamak,
lekas putus asa, dan sebagainya.
Akhlak terhadap diri sendiri
mengandung unsure budi pekerti yang luhur, berani mawas diri, dan mampu
menyesuaikan diri.
3)
Pelaksanaan
a)
Sesuai
dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang
berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa
Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman kepada Tuhan dari
masing-masing anak didik itu diperdalama dan diperkuat.iman anak didik kepada
Tuhan itu bellum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis
tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah lakkku kehidupan anak didik.
Maka, apa yang diimani dari agama dan
kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata
dan dapat dirasakan oleh llingkungannya, karena itu akan terdapat
kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran
tentang takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan
dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama
ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak caran dan
metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak
didik dan kepercayaan masing-masing.
Cara atau metode dapaat berlainan,
tetapi tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang
utuh dan sempurna (Pancasilais).
Segala macam ketentuan moral/kebaikan
yang tersimpan dalamajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang
berikut)seharusnyalah dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma
itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan kongret dari takwanya kepada Tuhan di
samping doa, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.
Sebagai
Contoh.
Sikap cinta dan kasih saying, etia,
patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan
perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa
sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi
dalamhidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan
sebagainya terhadap sesamanya.
b)
Maka
dari itu, dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat
dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain dampai kepada
bekerja sama dan hidup bersama.
Dalam kegiatan permainan, kita sudah
dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah. Kalau anak sudah
dibiasakan bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak
luhur dan berkepribadian. Akhirnya, akan berguna bagi sesame manusia,
masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya
kepada Tuhan.
c)
Menuntun
anak untuk melaksanakan ibadah,
d)
Menyelenggarakan
peringatan-peringatan hari besar agama.
e)
Menghormati
orang beragama lain.
f)
Menyelenggarakan
cermah keagamaan.
g)
Menghormati
orang tua.
2. Darma kedua: Cinta alam
dan kasih sayang sesama manusia
a.
Pengertian
1.
Tuhan
Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari
manusia,binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam.
Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan
tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia.Karena itu, sudah
selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.
Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap
dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima inderia manusia
patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa.
Wajar dan pantaslah Pramuka, secara
alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan
tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta
menjaga kelestariannya.
Kelestarian benda alam, satwa, dan
tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara kaarena hutan tanah, pantai,
fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk
menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan
generasi mendatang.
Di samping itu, sebagai Negara
kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara
kelestarian sumber ala mini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan
hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki
tempat yang penting pula.
2.
Yang
dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan
suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia
ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita
ingindan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah
yang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah
perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.
Khususnya sebagai seorang Pramuka
menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai
saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan
moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan
berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha meninggalkan watak yang
dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat
yang penuh rasa cinta dan kasih saying.
3.
Darma
ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila.
b.
Pelaksanaan
dalam hidup sehari-hari.
1.
Membawa
peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai
jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman di rumah
masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda
kecakapan khusus.
2.
Begitu
pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan
sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga
memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki.
3.
Kasih
sayang sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia
sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan
Yang Mahaesa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping itu, perlu
membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai
orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara
dengan Pramuka sedunia.
4.
Siapa
pun yang kita kenal dan kita dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa cinta
alam dan kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa
dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan
sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan
Yang Mahaesa.
3. Darma Ketiga : Patriot
yang sopan dan ksatria
a. Pengertian
1.
Patriot
berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia,
seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela
tanah airnya.
2.
Sopan
adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan
bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang
lain.
3.
Ksatria
adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan,
sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian,
kejujuran, dan kepahlawanan.
4.
Seorang
Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain
mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung
tinggi martabat bangsanya.
5.
Darma
ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga.
b. Pelaksanaan
dalam Hidup Sehari-hari
1.
Membiasakan
dan mendorong anggota Pramuka untuk:
2.
Menghormati
dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu
kebangsaan Indonesia Raya.
3.
Mengenal
nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotong-royong, rmah
tamah, religious, dan lain-lain.
4.
Mencintai
bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.
5.
Mengerti,
menghayaati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.
6.
Mengenal
adapt-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
7.
Mengutamakan
kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu membantu dan
membela yang lemah dan yang benar.
8.
Membiasakan
diri berani mengakui kesalah dan membenaarkan yang benar.
9.
Menghormati
orng tua, guru dan pemimpin.
4. Darma keempaat: Patuh
dan suka bermusyawarah.
a.
Pengertian
1.
Patuh
berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan.
2.
Musyawarah
adalah laku utama seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang
yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri.
Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang lain, seorang lain baik
dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam bentuk-bentuk
organisasi.
3.
Darma
adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila keempat.
b.
Pelaksanaan
dalam Hidup Sehari-hari
1.
Membiasakan
diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugusdepan dan
mematuhui peraaaaturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan peratur
perundang-undangan yang berlaku. Misalnya, setia mengikuti latihan membayar
iuran, menaati peraturan lalu llintas dan lain-lain.
2.
Belajar
mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang lain.
3.
Membiasakan
untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhaaatikan kepentingan orang banyak.
4.
Membiasakan
diri untuk bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan
berkemah, widyawisata dan lain-lain.
5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah
a. Pengertian
1.
Rela
atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan
rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk
kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang
ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampu merampungkan
masalah seta tantangan yang dihadapi.
2.
Tabah
atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui
bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan
tidak ragu.
3.
Darma
ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima.
b. Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari
1.
Membiasakan
diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta
2.
Membantu
menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.
3.
Memberi
tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.
4.
Membiasakan
secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari di
rumah, dan dimasyarakat..
6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira
a.
Pengertian
1.
Rajin
Manusia dibedakan dengan makhluk hidup
yang lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus
mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain,
ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.
Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban
kita semua untuk mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin
belajar, selalu berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya,
dan selalu tertib melaksanakan tugas.
2.
Terampil
Setiap manusia haarus beeerupaya untuk
dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama
adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan
cepat dan tepat dengan hasil yang baik.
3.
Gembira
Manusia itu hidup dan menghidupi
dengan mencari jalan bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja
mencari nafkah, dan bersama-sama dengan orang lain ia bekerja sama.
Banyak kesulitan, rintangan, dan
hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi
yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat
berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.
Hal ini dapat dicapai bila manusia
selalu mencari hal-hal yang positip dan optimistis.
Sikap positip, optimis ini diperoleh
dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan adalah
perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa
keberanian.
4.
Rajin,
terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan.
b.
Pelaksanaan
dalam Hidup Sehari-haari
1.
Rajin
a)
Biasakan
membaca buku yang baik.
b)
Biasakan
untuk membuaat karya tulis.
c)
Selenggarakan
diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan pendapat.
d)
Tentukan
jadwal harian yang tetap untuk belajar. Belajar selama dua jam sehari adalah
layak.
e)
Atur
kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan Gerakan
Pramuka.
f)
Membiasakan
untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.
2.
Bekerja
a)
Jelaskan
bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat
hal-hal yang baik dan berguna.
b)
Biasakan
bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.
c)
Jangan
terlula cepat menegur, mengkertik atau menyalahkan orang lain.
d)
Hargai
dan atonjolkan suatu prestasi kerja.
e)
Berikan
beban dan tugas yang terus berkembang.
f)
Berusaha
untuk bekerja dengan rencana.
g)
Bergembiralah
dalam tiap usaha.
h)
Selesaikan
setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.
3.
Terampil
a)
Pilihlah
suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.
b)
Latih
terus-menerus.
c)
Jangan
cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.
d)
Mintalah
tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.
e)
Jangan
menolak tugas pekerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.
f)
Laksanakan
tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada.
7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja
a. Pengertian
1.
Hemat
a)
Hemat
bukan beraaati “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka
melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya.
b)
Secara
rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nad\fsu manusia dari
keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain; (uang,
mendisiplinkan diri sendiri).
c)
Menghemat
bukan berarti a social tapi untuk lebih memungkinkan dalam memberi kemungkinan
usaha social ke pihak lain, (luang, tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih
menguntungkan.
d)
Secara
material, dapat berarti memanfaaatkan sesua(materi) menurut keperluan sehingga
usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi dia sendiri dan
ornag lain.
2.
Cermat
Cermat lebih berarti “ teliti” sikap
lakku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri
(introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa
waspada.
Hal ini dapat dilakukan melalui proses
berfikir, mengitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat.
Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari
kekeliruan dan kesalahan. Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan
terencana dan yang bermanfaat.
3.
Bersahaja
Hal ini lebih berarti, sederhana
kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi
kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan
untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri
dan ornag lain. Ia harus dapat menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan,
Bersahaja juga dapat berarti keberanian untuk menyatakan sesuatu yang
sebenarnya.
b.
Pelaksanaan
dalam Hidup Sehari-hari
a)
Menggunakan
waktu dengan tepat ke sekolah, tidur, makan, latihan dan sebagainya.
b)
Tidak
ceroboh.
c)
Bertindak
dengan teliti pada waktu yang tepat agar ia tidak dirusakkan oleh keinginan jahat
dari luar.
d)
Sadar
akan dirinya sebagai suatu pribadi.
e)
Berpakaian
yang sederhana tanpa perhiasan yang berlebihan-lebihan
f)
Meneliti
sahulu sebellllum berbuat sesuaatu agar terjadi ketepatan didalam pelaksanaannya.
g)
Penggunaan
listrik (siang hari dimatikan).
h)
Pengguna
air tidak terbuang percuma.
i)
Memeriksa
pekerjaan sebellllum diserahkan kepada Pembina.
j)
Menggunakan
uang jajaan dengan hemat.
k)
Membiasakan
anak belanja kewarung dan pasar dengan teratur.
l)
Memberi
anak tanggung jawab untuk tugs di rumah dan lain=lain.
m) Membiasakan untuk menabung
n)
Bekerja
berdasarkan manfaat dan rencana
8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan Setia
a. Pengertian
1.
Disiplin
dalam pengertian yang luas berarti patuh dan mengikuti pemimpin dan atau
ketentuan dan peraturan
2.
Dalam
pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan diri.
3.
Berani
adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah
dan tantangan.
4.
Setia
berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.
5.
Dengan
demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan perintah,
ketnetuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang harus
berani berbuaaaat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.
b. Pelaksanaan
dalam Hidup Sehari-haaaari
1.
Berusaha
untuk mengendalikan dan mengatur diri (self disiplin).
2.
Mentaati
peraaturan.
3.
Menjalani
ajaran dari ibadah agama,
4.
Belajaaar
untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).
5.
Patuh
dengan pertimbangan dan keyakinan.
9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat
dipercaya
Pengertian dan
Pelaksanaan dalan Hidup sehari-hari.
1.
Yang
dimaksud dengan bertanggungjawab ialah:
Pramuka itu bertanggungjawab atas
segala sesuatu yang diperbuat baik atas perintah maupun tidak, terutama secara
pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya
:
a.
Segala
sesuatu yang diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
b.
Segala
sesuatu yang dilakukan atas kehendak sendiri dilakukan dengan penuh rasa
tanggungjawab.
c.
Pramuka
harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar
perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau
sulit dilaksanakannya.
d.
Seorang
Pramuka tidak akan mengelakkan suaatu tanggungjawab dengan suatu alasan yang
dicari-cari,
Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan
suaaatu tanggungjawab yang besar kepadanya.
2.
Yang
dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik
perkataannya maupun perbuatannya, Misalnya:
a.
Dapat
dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap
anak didik dan terhadap orang lai n terutama yang menyangkut uang, materi dan
lain-lain.
b.
Pramuka
dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang
dikatakannya tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-buat.
c.
Apabila
ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia
pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
d.
Dalam
kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa
ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang
tahu atau yang mengawasinya.
e.
Selalu
menepati waktu yang sudah ditentukan,
Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi
oarnag yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segalati ngkah lakunya.
10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan
perbuatan
a.
Pengertian
1.
Seorang
Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya
sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
2.
Suci
dalam pikiran berate bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan
sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama
sekali pemikiran ke arah yang tidak baik.
3.
Suci
dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat
dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain.
4.
Suci
dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka
Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk
kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.
5.
Dengan
selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan menimbulkan
pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga Pramuka itu
memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “…. Menjadi
manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi
pekerati dan kuat keyakinan beragamanya…”
b.
Pelaksanaan
dalam Hidup Sehari-hari
1.
Seorang
Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka, dan
tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai pemikiran-pemikiran
orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai sesame manusia dalam
kehidupannya sehari-hari.
2.
Seorang
Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan
diri aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan
yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.
3.
Seorang
Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan menjauhkan
diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan
masyarakat.
4.
Setiap
Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu
beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan
Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.
5.
Usaha
agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.
|
Komentar
Posting Komentar